Social Icons

Senin, 25 Februari 2013

Cara Praktis Buat Desain Balkon yang Aman untuk Anak

Memiliki balkon atau area terbuka selayaknya tetap memikirkan faktor keamanan maksimal. Tak perlu seperti kandang yang mengurung, tapi olahan material dan desain yang bisa membuat pembatas aman dan nyaman dilihat.

Rasa Ingin memiliki ruang terbuka di lantai atas bangunan seringkali terkendala dengan rasa was-was pada saat memiliki balita. Berikut tips agar balkon Anda aman dari penerobosan yang bisa berbahaya.

Pastikan tinggi pembatas lebih dari 80 cm atau rata-rata ketinggian balita berusia 2 tahun. Di usia ini, inisiatif anak seringkali lebih besar dari kemampuan komunikasinya dengan orang tua.

Memiliki balkon atau area terbuka selayaknya tetap memikirkan faktor keamanan maksimal. Tak perlu seperti kandang yang mengurung, tapi olahan material dan desain yang bisa membuat pembatas aman dan nyaman dilihat.

Untuk itu, pastikan tinggi pembatas lebih dari 80 cm atau rata-rata ketinggian balita berusia 2 tahun. Di usia ini, inisiatif anak seringkali lebih besar dari kemampuan komunikasinya dengan orang tua.

Selain itu, harus Anda pastikan jarak antarjeruji kurang dari 12 cm agar kepala anak-anak tidak bisa masuk. Usahakan di balik pembatas ada benda lain yang bisa menghalangi daya capai anak ke pembatas, semisal dengan tanaman di pot pendek atau penghalang lain untuk menghalangi jalan sang anak.

Kalau perlu, di bawah area balkon bukanlah lantai keras, tetapi dataran seperti rumput, kolam, dan tanaman perdu.

Namun, dari semua itu, pengawasan terbaik adalah kuncinya. Untuk itulah, usahakan akses ke ruang terbuka di lantai atas selalu dekat dengan pintu sehingga penanganan jika anak menerobos bisa lebih cepat. (sumber:idea)

Usahakan akses ke ruang terbuka di lantai atas selalu dekat dengan pintu sehingga penanganan jika anak menerobos bisa lebih cepat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar